Kenapa Mayoritas Muslim Indonesia adalah Orang Miskin? Apakah Allah SWT Adil?
Judul di atas mungkin jarang para pembaca pikirkan lebih mendalam. Bahkan para pembaca juga ada yang tidak berpikir ke arah sana. Sebelum saya menuliskan hal ini, saya tidak bermaksud menyudutkan agama Islam. Hal ini dikarenakan saya juga seorang Muslim. Jadi, saya tidak mungkin menghina saudara saya sendiri. Tujuan saya meulis artikel ini adalah untuk memberi semangat saudara-saudara Muslim saya untuk tergugah dan mengubah dirinya menjadi lebih baik. Tak terkecuali saya sendiri. Mari kita bahas mengenai judul tersebut.
Tulisan ini juga mengingatkan saya pada ceramah bulan Ramadhan kemarin. Awalnya juga saya tidak peduli akan hal itu. Tapi setelah saya pikir, ternyata ada 1 hal yang membuat mayoritas orang muslim itu miskin. Kita lihat saja di jalan-jalan. Mereka itu Muslim. Walaupun saya tidak menanyakan, tapi terkadang ketika mereka mengemis dan kita beri, mereka mendoakan kita, bahkan dengan menyebut nama Allah SWT sekalipun. Atas dasar itu saya menduga bahwa mereka seorang Muslim. Tapi tidak menutup kemungkinan ada yang non Muslim. Tapi kembali pada judul, saya membahas Muslim.
Selain pengemis, banyak mayoritas Muslim yang menjadi seorang pengangguran, perampok, penjudi, tukang pukul, bahkan pembunuh hanya untuk sekedar mencari biaya hidup. Mereka hanya memikirkan cara mendapatkan biaya hidup tersebut dengan instant. Mereka tidak peduli dengan kesusahan orang lain. Yang mereka pikirkan hanya diri sendiri. Pada intinya, mayoritas Muslim ini seenaknya sendiri.
Sekarang mari kita lihat disudut pandang non Muslim. Mayoritas dari mereka adalah orang-orang kaya. Bahkan tak jarang mereka merupakan penggerak roda suatu perusahaan. Mereka cenderung saling berbagi kepada orang lain. Bahkan mereka dijadikan orang yang paling dihormati. bahkan bagi kalangan Muslim. Mereka juga jarang menjadi seorang kriminal. Hal ini dilihat dari diri mereka yang kehidupannya bisa dibilang layak hingga sangat layak.
Kita dapat melihat dari contoh di atas. Inti dari artikel ini adalah, Mayoritas Muslim cenderung miskin dibandingkan mayoritas non Muslim. Hal itu semua dikarenakan bahwa Mayoritas Muslim tersebut adalah orang-orang malas. Malas untuk bekerja dan berpikir. Dibandingkan dengan non Muslim yang cenderung bekerja keras dan pemikir. Dengan demikian kita bisa melihat sebab-akibat kenapa mayoritas Muslim miskin.
Dalam ceramah Tarawih di bulan Ramadhan kemarin menceritakan mengenai Al-Qur'an. Pencermah mengatakan bahwa Al Qur'an itu pro orang miskin tapi anti kemiskinan. Hal tersebut dapat dilihat juga bahwa Al Qur'an memerintahkan kita untuk mengeluarkan zakat, bukan menerima zakat. Bukan berarti Al Qur'an melarang menerima zakat.
Dari hal tersebut di atas, dapat disimpulkan apakah Allah SWT adil terhadap umat Muslim? Jawabnya adalah iya, adil. Allah SWT memerintahkan kita untuk bekerja dan berusaha untuk di dunia dan beribadah untuk di akhirat. Jadi seluruh manusia baik Muslim ataupun non Muslim dituntut untuk bekerja didunia bukan hanya mengerjakan ibadah untuk di akhirat begitu juga sebaliknya. Mereka orang-orang yang non Muslim memang pantas mendapatkan kehidupan yang layak karena mereka bekerja keras. Tapi entahlah di akhirat kelak. Wallahuallam...
Baca Selanjutnya......
Tulisan ini juga mengingatkan saya pada ceramah bulan Ramadhan kemarin. Awalnya juga saya tidak peduli akan hal itu. Tapi setelah saya pikir, ternyata ada 1 hal yang membuat mayoritas orang muslim itu miskin. Kita lihat saja di jalan-jalan. Mereka itu Muslim. Walaupun saya tidak menanyakan, tapi terkadang ketika mereka mengemis dan kita beri, mereka mendoakan kita, bahkan dengan menyebut nama Allah SWT sekalipun. Atas dasar itu saya menduga bahwa mereka seorang Muslim. Tapi tidak menutup kemungkinan ada yang non Muslim. Tapi kembali pada judul, saya membahas Muslim.
Selain pengemis, banyak mayoritas Muslim yang menjadi seorang pengangguran, perampok, penjudi, tukang pukul, bahkan pembunuh hanya untuk sekedar mencari biaya hidup. Mereka hanya memikirkan cara mendapatkan biaya hidup tersebut dengan instant. Mereka tidak peduli dengan kesusahan orang lain. Yang mereka pikirkan hanya diri sendiri. Pada intinya, mayoritas Muslim ini seenaknya sendiri.
Sekarang mari kita lihat disudut pandang non Muslim. Mayoritas dari mereka adalah orang-orang kaya. Bahkan tak jarang mereka merupakan penggerak roda suatu perusahaan. Mereka cenderung saling berbagi kepada orang lain. Bahkan mereka dijadikan orang yang paling dihormati. bahkan bagi kalangan Muslim. Mereka juga jarang menjadi seorang kriminal. Hal ini dilihat dari diri mereka yang kehidupannya bisa dibilang layak hingga sangat layak.
Kita dapat melihat dari contoh di atas. Inti dari artikel ini adalah, Mayoritas Muslim cenderung miskin dibandingkan mayoritas non Muslim. Hal itu semua dikarenakan bahwa Mayoritas Muslim tersebut adalah orang-orang malas. Malas untuk bekerja dan berpikir. Dibandingkan dengan non Muslim yang cenderung bekerja keras dan pemikir. Dengan demikian kita bisa melihat sebab-akibat kenapa mayoritas Muslim miskin.
Dalam ceramah Tarawih di bulan Ramadhan kemarin menceritakan mengenai Al-Qur'an. Pencermah mengatakan bahwa Al Qur'an itu pro orang miskin tapi anti kemiskinan. Hal tersebut dapat dilihat juga bahwa Al Qur'an memerintahkan kita untuk mengeluarkan zakat, bukan menerima zakat. Bukan berarti Al Qur'an melarang menerima zakat.
Dari hal tersebut di atas, dapat disimpulkan apakah Allah SWT adil terhadap umat Muslim? Jawabnya adalah iya, adil. Allah SWT memerintahkan kita untuk bekerja dan berusaha untuk di dunia dan beribadah untuk di akhirat. Jadi seluruh manusia baik Muslim ataupun non Muslim dituntut untuk bekerja didunia bukan hanya mengerjakan ibadah untuk di akhirat begitu juga sebaliknya. Mereka orang-orang yang non Muslim memang pantas mendapatkan kehidupan yang layak karena mereka bekerja keras. Tapi entahlah di akhirat kelak. Wallahuallam...



