28 September 2009

Kenapa Mayoritas Muslim Indonesia adalah Orang Miskin? Apakah Allah SWT Adil?

Judul di atas mungkin jarang para pembaca pikirkan lebih mendalam. Bahkan para pembaca juga ada yang tidak berpikir ke arah sana. Sebelum saya menuliskan hal ini, saya tidak bermaksud menyudutkan agama Islam. Hal ini dikarenakan saya juga seorang Muslim. Jadi, saya tidak mungkin menghina saudara saya sendiri. Tujuan saya meulis artikel ini adalah untuk memberi semangat saudara-saudara Muslim saya untuk tergugah dan mengubah dirinya menjadi lebih baik. Tak terkecuali saya sendiri. Mari kita bahas mengenai judul tersebut.

Tulisan ini juga mengingatkan saya pada ceramah bulan Ramadhan kemarin. Awalnya juga saya tidak peduli akan hal itu. Tapi setelah saya pikir, ternyata ada 1 hal yang membuat mayoritas orang muslim itu miskin. Kita lihat saja di jalan-jalan. Mereka itu Muslim. Walaupun saya tidak menanyakan, tapi terkadang ketika mereka mengemis dan kita beri, mereka mendoakan kita, bahkan dengan menyebut nama Allah SWT sekalipun. Atas dasar itu saya menduga bahwa mereka seorang Muslim. Tapi tidak menutup kemungkinan ada yang non Muslim. Tapi kembali pada judul, saya membahas Muslim.

Selain pengemis, banyak mayoritas Muslim yang menjadi seorang pengangguran, perampok, penjudi, tukang pukul, bahkan pembunuh hanya untuk sekedar mencari biaya hidup. Mereka hanya memikirkan cara mendapatkan biaya hidup tersebut dengan instant. Mereka tidak peduli dengan kesusahan orang lain. Yang mereka pikirkan hanya diri sendiri. Pada intinya, mayoritas Muslim ini seenaknya sendiri.

Sekarang mari kita lihat disudut pandang non Muslim. Mayoritas dari mereka adalah orang-orang kaya. Bahkan tak jarang mereka merupakan penggerak roda suatu perusahaan. Mereka cenderung saling berbagi kepada orang lain. Bahkan mereka dijadikan orang yang paling dihormati. bahkan bagi kalangan Muslim. Mereka juga jarang menjadi seorang kriminal. Hal ini dilihat dari diri mereka yang kehidupannya bisa dibilang layak hingga sangat layak.

Kita dapat melihat dari contoh di atas. Inti dari artikel ini adalah, Mayoritas Muslim cenderung miskin dibandingkan mayoritas non Muslim. Hal itu semua dikarenakan bahwa Mayoritas Muslim tersebut adalah orang-orang malas. Malas untuk bekerja dan berpikir. Dibandingkan dengan non Muslim yang cenderung bekerja keras dan pemikir. Dengan demikian kita bisa melihat sebab-akibat kenapa mayoritas Muslim miskin.

Dalam ceramah Tarawih di bulan Ramadhan kemarin menceritakan mengenai Al-Qur'an. Pencermah mengatakan bahwa Al Qur'an itu pro orang miskin tapi anti kemiskinan. Hal tersebut dapat dilihat juga bahwa Al Qur'an memerintahkan kita untuk mengeluarkan zakat, bukan menerima zakat. Bukan berarti Al Qur'an melarang menerima zakat.

Dari hal tersebut di atas, dapat disimpulkan apakah Allah SWT adil terhadap umat Muslim? Jawabnya adalah iya, adil. Allah SWT memerintahkan kita untuk bekerja dan berusaha untuk di dunia dan beribadah untuk di akhirat. Jadi seluruh manusia baik Muslim ataupun non Muslim dituntut untuk bekerja didunia bukan hanya mengerjakan ibadah untuk di akhirat begitu juga sebaliknya. Mereka orang-orang yang non Muslim memang pantas mendapatkan kehidupan yang layak karena mereka bekerja keras. Tapi entahlah di akhirat kelak. Wallahuallam...
Baca Selanjutnya......

05 September 2009

Berlebih - Lebihan Membuat Manusia Dzalim!!!

Alhamdulillah... Semalam merupakan malam ke-15 shalat Tarawih dan hari ini hari ke-15 puasa Ramadhan dan nanti malam merupakan malam ke-16 Tarawih. Wah, sepertinya gak kerasa banget neh bulan Ramdhan dan separuh bulan. Kalo di hitung sekitar 13 hari lagi lah kita puasa dan akhirnya kita bertemu dengan hari kemenangan, Iedul Fitri. Semoga kita semua bertemu dengan hari tersebut. Amin ya rabbal alamin. Nah, kali ini saya akan sharing atau berbagi dengan para pembaca ceramah apa yang saya dapat dari shalat tarawih semalam. Hebatnya lagi, saya melihat seorang anak yang masih sangat kecil, bisa dibilang SD, dia sangat kuat melaksanakan shalat terawih, bahkan berada di tempat yang paling depan. Saya sungguh sangat malu melihat itu. Saya berpikir, anak sekecil itu mampu, kenapa saya terkadang malas-malasan?

Ceramah semalam, sungguh sangat menyentuh hati. Bagaimana tidak, sebagaian isi dari ceramah itu sungguh benar adanya. Tema dari ceramah tersebut yakni "Perbuatan Dzalim". Zalim (Arab: ظلم, Dholim) adalah meletakkan sesuatu/ perkara bukan pada tempatnya. Namun dalam ceramah semalam, yang disinggung yakni gaya hidup manusia. Gaya hidup manusia yang sangat berlebih-lebihan atau kebutuhan manusia yang sangat berlebihan, yang jika dipikir secara akal sehat akan menjadi mubazhir. Kebanyakan malah menginginkan itu tanpa diabrengi usaha yang halal untuk memiliki suatu barang.

Sebagai contoh saja untuk kebutuhan sehari-hari. Setiap manusia memiliki rasa keinginan untuk memilik segala sesuatu yang ada di dunia ini. Tak terkecuali saya nyengir. Nah, yang jadi masalah yakni rasa keinginan yang tidak dibarengi dengan kebutuhan itu sendiri, melainkan dibarengi dengan nafsu. Contoh kongkritnya saja yang saya lihat. Kebetulan saya berada di wilayah banyak para mahasiswa berada. Hal tersebut dikarenakan saya juga mahasiswa senyum genit.

Contoh berikut merupakan contoh dimana seseorang menginginkan suatu kebutuhan, tapi dengan cara yang tidak halal. Pada suatu hari, saya berkunujung ke tempat, bisa dibilang itu tempat nongkrong, warnet teman saya. Kebetulan menyediakan server pulsa. Di samping tempat tersebut merupakan tempat kost para Mahasiswi. Suatu ketika, kebetulan sebelum libur semester ini, ada konsumen yang membeli pulsa. Tiba-tiba nyeletuk gini "Wah, bentar lagi pulang, aku dah beli tiket, harganya murah, tapi aku minta ke Bapak Ibu ku sekian, jadinya lumayan sisanya ku pake beli.... ". Jelas, itu korup!!! Nah, itu contoh kecil manusia yang dengan tidak halal menginginkan suatu barang.

Lebih parah lagi jika suatu pekerja, dengan gaji yang bisa dibilang pas-pasan, namun mengiginkan hal yang sangat mewah. Jelas kita bisa berpikir apa yang akan dia lakukan. Bisa saja dia korupsi, menipu, atau bahkan juga bisa merampok. Hal tersebut bisa saja terjadi jika manusia tidak mendekatkan diri kepada Allah SWT dan akhirnya nafsu tersebut tidak terbendung. Jangankan yang gaji pas-pasan. Yang gajinya sangat besar aja saat ini banyak yang masuk penjara karena kebanyakan dari mereka melakukan korupsi.

Sekarang contoh dimana seseorang yang memiliki banyak hal, namun masih saja merasa kurang. Contoh kongkritnya, kita sering melihat masyarakat, yang bahasa kerennya borju, jika membeli suatu barang. Sepertinya mereka tidak pernah memiliki rasa puas. Contohnya saja HP. Tak sedikit kita menjumpai seseorang yang ketika setiap ada model HP terbaru keluar, dia tetap ingin memilikinya. Padahal HP yang dia miliki sebelumnya masih tergolong baru dan sangat mahal. Jelas itu sangat mubadzir. Itu baru HP. Barang apa lagi yang lain? Pasti masih banyak sekali contoh lainnya. Nah, hal tersebut bisa berbahaya. Bisa menimbulkan perampokan yang dilakukan oleh manusia contoh pertama di atas, yang notabennya sama-sama mempunyai rasa saling memiliki, namun dengan cara yang sangat berbeda.

Pertanyaan, kenapa mereka bukannya bersyukur atas apa yang mereka miliki sekarang? Nah, termasuk yang manakah anda? kalau saya pribadi, saya masih mempunyai sifat ingin memiliki dan tidak akan pernah puas. Namun semoga Allah dapat mambantu saya agar saya masih bisa mengendalikan nafsu saya tersebut.

Baca Selanjutnya......

01 September 2009

Umur Manusia

Semalam ketika saya menjalankan shalat Isya dan dilanjutkan dengan shalat Tarawaih, di Masjid tercinta Ar-Fachrudin, jamaah disuguhi dengan ceramah agama setelah shalat Isya dan sebelum shalat Tarawih. Sama seperti tiap malam Ramadhan, hal tersbut selalu dilaksanakan. Tema ceramah semalam adalah "Umur Manusia". Di sini penceramah menceritakan bagaimana awal terjadinya umur manusia hingga mencapai hampir 75 Tahun. Baiklah, saya akan menceritakan kembali di sini apa yang diceritakan sang penceramah semalam. Mungkin dalam cerita ini, saya tidak menuliskan persis apa yang beliau katakan, karena keterbatasan ingatan saya sebagai manusia.

Begini ceritanya. Pada suatu ketika, terdapat 3 jenis hewan dan 1 manusia. Hewan tersebut diantaranya keledai, anjing, dan monyet. Seketika diciptakan, Allah SWT. berdialog dengan semua makhluk tersebut untuk menentukan umur dan pekerjaan yang akan dilakukannya ketika di dunia nantinya. Awalnya Allah SWT berdialog dengan keledai, setelah itu dengan anjing, setelah itu monyet, dan terakhir dengan manusia.

Seketika Allah SWT berdialog dengan keledai, "Wahai keledai, kamu akan Aku berikan umur selama 50 tahun, dan pekerjaanmu di dunia sangatlah berat, yakni memikul beban yang berat, bekerja selama itu". Jawab keledai, "Ya Allah, aku tidak sanggup dengan umur selama itu jika memikul pekerjaan di dunia seperti itu. Hendaknya Engkau potong saja umurku menjadi 20 tahun dan sisanya yang 30 tahun aku kembalikan lagi kepada-MU". Setelah itu, Allah SWT pun mengabulkan permintaan sang keledai.

Setelah berdialog dengan keledai, Allah SWT kemudian berdialog dengan anjing. "Wahai anjing, kamu akan Aku berikan umur 25 tahun dan pekerjaanmu selama di dunia yakni selalu setia menjaga tuan-mu dan melindungi tuan-mu. Bahkan terkadang engkau memakan makanan sisa dari tuanmu". Lalu jawab sang anjing, "Ya Allah, aku tidak sanggup dengan umur selama itu jika memikul pekerjaan di dunia sepeti itu. Hendaknya Enkau potong saja umurku menjadi 10 tahun dan sisanya yang 15 tahun aku kembalikan lagi kepada-MU". Setelah itu, Allah SWT pun mengabulkan permintaan sang anjing.

Setelah berdialog dengan anjing, Allah SWT kemudian berdialog dengan monyet. "Wahai monyet, kamu akan Aku berikan umur 20 tahun dan pekerjaanmu selama di dunia yakni selalu bertingkah lucu untuk menghibur manusia serta kamu emiliki sikap yang idiot. Karena kelucuanmu itulah, manusia menjadi tertawa jika melihatmu". Lalu jawab sang monyet, "Ya Allah, aku tidak sanggup dengan umur selama itu jika memikul pekerjaan di dunia sepeti itu. Hendaknya Enkau potong saja umurku menjadi 10 tahun dan sisanya yang 10 tahun aku kembalikan lagi kepada-MU". Setelah itu, Allah SWT pun mengabulkan permintaan sang monyet.

Setelah berdialog dengan monyet, Allah SWT kemudian berdialog dengan manusia. "Wahai manusia, kamu akan Aku berikan umur 20 tahun dan kamu Aku berikan kecerdasan yang sangat luar biasa selama 20 tahun itu". Lalu jawab manusia, "Ya Allah, hidup di dunia sangatlah indah bagiku, bahkan untuk umur yang hanya selama 20 tahun itu tidaklah cukup bagiku. Bagimana jika umur keledai, anjing dan monyet yang tadi di kembalikan, aku ambil untuk diriku". Setelah itu, Allah SWT pun mengabulkan permintaan manusia, yang awalnya berumur 20 tahun setelah ditambah dengan sisa umur ketiga hewan tersebut menjadi 20+30+15+10 yakni 75 tahun.

Seketika itu kita dapat melihat bagaimana kehidupan manusia saat ini? secara umum, awal dilahirkan hingga berumur 20 tahun, kecerdasan manusia pun semakin terasah. Setelah itu, 30 tahun kemudian (sisa umur keledai), manusia di tuntut untuk bekerja untuk menghidupi dirinya sendiri. Ketika manusia telah berumur 50 tahun dan memasuki 15 umur berikutnya (sisa umur anjing), manusia tersebut menjaga sang majikan, yakni sang anak. Tak jarang sisa makanan sang anak pun dimakan oleh orang tunya sendiri. Setelah umur 65 tahun dan memasuki 10 tahun berikutnya (sisa umur monyet), maka sikap manusia tersebut menjadi lucu. Mereka menghibur sang cucu dengan tingkahnya yang lucu. Tak jarang mereka juga bersikap lucu walaupun tidak menghibur siapapun.

Dengan demikian, cukuplah sudah umur mausia yang rata-rata kita lihat saat ini yakni 75 tahun lamanya. Sedangkan dalam cerita tersebut kita menjadi sedikit berpikir, bahwa manusia mempunya sifat yang selalu kurang. Dan ketika yang dirasa kurang itu telah didapatkan, maka sikap manusia selanjutnya adalah sesuai dengan hasil apa yang telah dia dapatkan.

Baca Selanjutnya......

22 August 2009

Hukum Bersin dan Menguap

Rasulullah bersabda:

عن أبي هريرة رضي الله تعالى عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: (( إن الله يحب العطاس ويكره التثاؤب، فإذا عطس فحمد الله فحق على كل مسلم سمعه أن يشمته، وأما التثاؤب فإنما هو من الشيطان فليرده ما استطاع، فإذا قال: ها، ضحك منه الشيطان )) صحيح البخاري في الأدب 6223

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ta'alaa anhu, Rasulullah bersabda, "Sungguh Allah mencintai orang yang bersin dan membenci orang yang menguap, maka jika kalian bersin maka pujilah Allah, maka setiap orang yang mendengar pujian itu untuk menjawabnya; adapun menguap, maka itu dari syaitan, maka lawanlah itu sekuat tenagamu. Dan apabil seseorang menguap dan terdengar bunyi: Aaaa, maka syaitan pun tertawa karenanya". Shahih Bukhari, 6223.

Imam Ibn Hajar berkata, "Imam Al-Khathabi mengatakan bahwa makna cinta dan benci pada hadits di atas dikembalikan kepada sebab yang termaktub dalam hadits itu. Yaitu bahwa bersin terjadi karena badan yang kering dan pori-pori kulit terbuka, dan tidak tercapainya rasa kenyang. Ini berbeda dengan orang yang menguap. Menguap terjadi karena badan yang kekenyangan, dan badan terasa berat untuk beraktivitas, hal ini karena banyaknya makan . Bersin bisa menggerakkan orang untuk bisa beribadah, sedangkan menguap menjadikan orang itu malas (Fath-hul Baari: 10/6077)

Nabi menjelaskan bagaimana seseorang yang mendengar orang yang bersin dan memuji Allah agar membalas pujian tersebut. Rasulullah bersabda:

إذا عطس أحدكم فليقل الحمد لله، وليقل له أخوه أو صاحبه: يرحمك الله، فإذا قال له يرحمك الله فليقل: يهديكم الله ويصلح بالكم - صحيح البخاري في الأدب 6224

Apabila salah seorang diantara kalian bersin, maka ucapkanlah Al-Hamdulillah, dan hendaklah orang yang mendengarnya menjawab dengan Yarhamukallahu, dan bila dijawab demikian, maka balaslah dengan ucapan Yahdikumullahu wa Yushlihubaalakum (HR. Bukhari, 6224)

Dan para dokter di zaman sekarang mengatakan, "Menguap adalah gejala yang menunjukkan bahwa otak dan tubuh orang tersebut membutuhkan oksigen dan nutrisi; dan karena organ pernafasan kurang dalam menyuplai oksigen kepada otak dan tubuh. Dan hal ini terjadi ketika kita sedang kantuk atau pusing, lesu, dan orang yang sedang menghadapi kematian. Dan menguap adalah aktivitas menghirup udara dalam-dalam melalui mulut, dan bukan mulut dengan cara biasa menarik nafas dalam-dalam !!! Karena mulut bukanlah organ yang disiapkan untuk menyaring udara seperti hidung. Maka, apabila mulut tetap dalam keadaan terbuka ketika menguap, maka masuk juga berbagai jenis mikroba dan debu, atau kutu bersamaan dengan masuknya udara ke dalam tubuh. Oleh karena itu, datang petunjuk nabawi yang mulia agar kita melawan "menguap" ini sekuat kemampuan kita, atau pun menutup mulut saat menguap dengan tangan kanan atau pun dengan punggung tangan kiri.

Bersin adalah lawan dari menguap yaitu keluarnya udara dengan keras, kuat disertai hentakan melalui dua lubang: hidung dan mulut. Maka akan terkuras dari badan bersamaan dengan bersin ini sejumlah hal seperti debu, haba' (sesuatu yang sangat kecil, di udara, yang hanya terlihat ketika ada sinar matahari), atau kutu, atau mikroba yang terkadang masuk ke dalam organ pernafasan. Oleh karena itu, secara tabiat, bersin datang dari Yang Maha Rahman (Pengasih), sebab padanya terdapat manfaat yang besar bagi tubuh. Dan menguap datang dari syaithan sebab ia mendatangkan bahaya bagi tubuh. Dan atas setiap orang hendaklah memuji Allah Yang Maha Suci Lagi Maha Tinggi ketika dia bersin, dan agar meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk ketika sedang menguap (Lihat Al-Haqa'iq Al-Thabiyah fii Al-Islam: hal 155)

dari http://www.muhammadiyah-tabligh.or.id/?pilih=news&mod=yes&aksi=lihat&id=3
Baca Selanjutnya......

19 August 2009

PESMABA or OPSPEK? Siapa Takut….

Wah wah…. bentar lagi semua PTN dan PTS akan memulai tahun ajaran baru. Tapi buat para MABA (Mahasiswa Baru) hal ini sedikit membuat para Maba takut bahkan orang tua sekalipun. Kenapa demikian, ya iyalah, sebelum memulai perkuliahan mereka, mereka wajib mengikuti OPSPEK atau PESMABA ketakutan. OPSPEK atau PESMABA itu istilah halusnya dari plonco. Jadi, tiap MABA wajib diplonco. Tapi tidak semua PTN dan PTS melakukan tradisi gila ini nyengir.
Salah satu contoh yang sangat ringan adalah, para korban (maba) itu harus membuat kerajinan yang mungkin terlalu aneh kalo dipikirkan menunggu. Misalnya saja membuat tas dari kardus, membuat makanan yang aneh, dll deh. Katanya seh agar para maba itu mandiri. Bisa aja tuh senior. Nah itu yang mudah. Nah, disini saya akan memberikan trik buat ngebantah tugas yang aneh aneh itu.

1. Kerjain aja dulu tuh tugas, belum belum kok nyerah.
2. Kalo susah, minta tolong sama keluarga (maba kebanyakan belum punya temen deket), ngerjain bareng ama temen yang sejurusan, minta tolong pacar, dan sapa ajalah yang bisa membri pertolongan sembah
3. Kalo tetep gak bisa, gak usah dikerjain. Toh tujuan kuliah kan belajar, bukan diplonco.
4. Kalo di bentak bentak senioritas, lawan aja bentakannya… Kalian kan pastinya lebih banyak dari mereka.
5. Kalo mereka main tangan (tampar, tempeleng, pukul, elus (gak mungkin lah main elus elus)) laporkan langsung ke Rektorat, KomnasHAM, DIKTI.

Pokoke intinya, hati hati dengan provokasi. Para MABA biasanya gampang di provokasi. Tapi… semangat lah semua wahai sahabat para MABA ku. Jangan takut akan senior. Hancurkan senioritas…!!! marahmarah
Baca Selanjutnya......